Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Curhatan Buat Yang Mau Resign


Setiap orang akan merasa jenuh dengan pekerjaannya. Kalau jenuh, kadang melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti tidak disiplin atau turun kinerjanya. Kadang merasa pengen resign dari kerjanya tapi tidak jadi karena masih setengah hati. 

Padahal kalau dibiarkan lama akan merugikan diri sendiri atau tempatnya bekerja. Lha tentu saja. Soalnya gaji kan penuh, tapi kinerja setengah-setengah. Bukankah ini merugikan perusahaan? Perlu ditegaskan. Mau resign atau tidak. Kalau tidak, maka harus berubah, agar kinerjanya berubah pula.

Kunci berubah adalah kemampuan melihat kondisi. Tau diri dengan yang dilakukan itu keliru atau salah. Pinter merasa. 

Sering ngecek apakah diri kita ada kurangnya atau tidak. Lihat saja di sekeliling. Kalau orang pada serius menyimak sebuah rapat lalu kok kita asik maen hape ya mbok berhenti maen hape dulu. 

Kalau orang-orang sudah datang di jam pertama rapat, ya mbok sadar diri jangan telat. Sesekali telat memang wajar. Manusiawi. Tapi kalau sering, itu namanya penyakit. Obatnya apa? Tidak ada kecuali kesadaran. Ya, tidak ada. Mau surat peringatan (SP), denda, teguran lisan, dan lainnya tetap nggak mempan. Mungkin awalnya mempan, tapi tidak akan bertahan lama. 


Post a Comment for "Curhatan Buat Yang Mau Resign "