FLS3N 2026, Kami Kecewa, Tapi Harus Bangkit
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA kabupaten Lebak digelar pada Rabu, 29 April 2026. Sekolah kami ikut 7 bidang lomba dari 14 bidang lomba. Pelaksanaannya di tiga sekolah yaitu SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3. Saya ditugaskan di SMAN 3 mendampingi 2 lomba yaitu jurnalistik dan poster digital.
Namun, di tahun ini, kami belum bisa meraih juara. Mulai dari jurnalistik, poster, monolog, fotografi, short movie, cipta cerpen, dan solo vocal. Setelah pelaksanaan, perlu diadakan evaluasi agar tahun berikutnya bisa meraih juara. Ajang ini penting dalam menggali potensi, kreativitas, dan bakat siswa di bidang seni budaya serta membangun karakter, percaya diri, dan cinta budaya Indonesia.
Evaluasi bukan prioritas pada siswa tapi justru guru. Ya, sebab dalam kacamata guru, seperti pelatih bola, kalau timnya kalah, pelatihnya yang paling bertanggungjawab.
a. Pembinaan Lebih Maksimal
Pembinaan ini berkaitan dengan persiapan. Kemenangan diraih tidak mudah. Latihan demi latihan harus dilakukan agar semakin matang pula. Selama ini berapa kali latihan untuk lomba? Untuk meraih juara harusnya lebih dari 10 kali latihan. Tidak peduli apa kesibukan di sekolahnya. Ini standar karena kalau kurang dari itu, pasti persiapannya kurang. Sekolah melalui PJ lomba harus mengecek ke pembina lomba. Harus disertai dokumentasinya pula.
b. Pahami Ketentuan Lomba
Ada lho kalah dalam lomba itu bukan karena kualitasnya kurang. Banyak juga karena tidak mematuhi ketentuan lomba. Misalnya tidak sesuai tema, tidak membawa surat keaslian karya, tidak membawa sinopsis, dan lainnya.
c. Kelengkapan Fasilitas
Ini khususnya dalam bidang short movie. Di awal latihan siswa masih pakai handphone. Akibatnya, kualitas video kurang maksimal. Biasanya tim movie pakai kamera DSLR yang bagus-bagus dengan fitur dan kualitas yang maksimal juga. Memang setelah beberapa kali latihan, siswa dapat pinjaman dari yayasan. Siswa jadi lebih semangat.
d. Jeli Melihat Karya Yang Berbeda
Terutama di bidang jurnalistik. Kalau bisa cari yang unik dan belum digali? Memang agak susah sih tapi mungkin bisa. Makanya harus lebih teliti, mencari narasumber yang diperkirakan jarang diulas. Bisa cek di majalah Lebak 1828. Jurinya kan beliau-beliau redaktur di sana. Kalau harus jauh jaraknya dikejar aja demi juara.
Selain itu, perlu dicek lagi plagiarisme, khawatir tingkat plagiarismenya tinggi walaupun tidak memakai aplikasi AI karena mungkin kalimatnya mirip dengan di sumber lain. Cek sampai plagiarisme yang sangat rendah bahkan nol.
e. Font dan Keterbacaannya
Ini khusus untuk poster. Perhatikan jenis font, pilih yang mudah terbaca, minta siswa sampai benar-benar paham intruksi atau juknisnya. Poster harus mudah terbaca bahkan dari jarak yang agak jauh.

Post a Comment for "FLS3N 2026, Kami Kecewa, Tapi Harus Bangkit"
Kata Pengunjung: