Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Selamat Hari Anak Nasional, Yuk Jalin Kedekatan Dengan Anak

 

Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Berbagai instansi memperingati. Ini menandakan bahwa tentang anak adalah masalah penting. Momentum hari Anak Nasional mengingatkan kita jangan abai pada mereka. Sebab, mereka adalah sosok penting di masa depan.

 

Seorang ayah bekerja demi anaknya. Semua dilakukan demi anak. Maka jangan sampai abai dengan kedekatan kepada anak. Jangan sampai situ bekerja tetapi kita jauh dengan anak ketika di rumah. 

 

Karena banyak sekali orang tua yang abai dengan anak. Di rumah malah sibuk dengan gadget atau pekerjaannya. Sedikit sekali yang mempedulikan anaknya. Sekedar menyapa atau bermain bersama. Harusnya kalau memang semuanya demi anak maka di rumah pun seorang ayah harus punya waktu yang cukup untuk anaknya.

 

Begitu juga dengan seorang ibu. Kalau memang semua dilakukan untuk anak maka seorang ibu harus punya porsi waktu yang cukup untuk anaknya. Jangan sibuk dengan tetangga atau pekerjaan atau sibuk dengan urusan sendiri malah abai dengan anak.

 

Apa yang perlu diperhatikan?

Perasaan anak. Ya orang tua harus mengetahui dan paham dengan perasaan anak. Harus jeli apakah dia sedang sedih, tertekan, atau punya masalah baik di sekolah maupun di lingkungannya. Maka orang tua harus pandai membaca wajah anak. Kan ketahuan ya dari wajahnya. Atau dari kebiasaannya. Misalnya yang biasanya ceria tiba-tiba murung itu pasti ada sebabnya. Orang tua peduli dan bertanya serta menjadi tempat curhatnya.

 

Lalu bagaimana kalau pada saat itu sedang sibuk?

 

Kalau bisa ditinggalkan dulu kesibukan itu. Kalau memang tidak bisa maka sedikit waktu untuk menyapa lalu membuat komitmen untuk ngobrol bersama anak.

 

Sesibuk atau sepenting apapun pekerjaan orang tua tidak boleh abai dengan anak. Walaupun dia profesinya seorang kepala daerah, pimpinan lembaga, dan lainnya. Pekerjaan tugas dan wewenang untuk peduli kepada anak. Sepakat?

 

Untuk dekat kepada anak ada banyak yang bisa dilakukan.

 

Pertama, main bareng. Orang tua bisa melakukan permainan bersama anak baik itu permainan olahraga maupun senang-senang. Misalnya badminton, futsal, untuk main kelereng, atau main game kalau memang mendesak. Usahakan totalitas kalau sedang main bersama anak. Singkirkan dulu gawai ataupun masalah pekerjaan untuk beberapa waktu lamanya misalnya setengah jam atau 1 jam. Tapi kalau memang tidak ada pekerjaan yang mendesak ya sepanjang bermain itu tidak perlu memainkan gawai.

 

Kedua, makan bersama. Pemain ini bisa menambah kedekatan dengan anak. Sambil makan banyaklah ngobrol tentang apapun. Rumusnya kalau ngobrol bersama anak adalah "Hal yang tidak penting itu penting." Ajaklah ngobrol tentang apapun.

 

Ketiga, bepergian bersama. Pastinya Ada banyak hal yang dilihat ketika bepergian. Dari sana bisa jadi bahan obrolan. Komunikasi adalah kunci sebuah hubungan. Komunikasi dengan lancar maka hubungan juga akan berjalan dengan baik.

 

Peringatan Haria Anak Nasional sekarang ini lebih semarak. Banyak kegiatan yang dilakukan di berbagai instansi. Di sekolah-sekolah juga ada himbauan untuk mengadakan kegiatan dalam memperingati hari anak nasional.

 

Ada pekerjaan rumah atau PR yang masih harus kita selesaikan. Banyak masalah yang membuat miris. Salah satunya perundungan atau bullying. Belum lama ini di media sosial viral tentang perundungan yang dilakukan oleh anak sekolah dasar di sebuah sekolah di Jawa Timur. Bukan hanya satu dua orang anak tetapi belasan anak yang terlibat. Perundungan yang mengarah pada kekerasan fisik yang dilakukan anak-anak sekolah itu seperti sudah profesional saja. Dengan mudahnya mereka melakukan kekerasan kepada temannya yang lain. Ini terjadi di lingkungan sekolah. Sehingga ada peran sekolah atau guru di dalamnya. Perundungan juga terjadi di tempat-tempat yang lain. Ini hal yang tidak kita inginkan bersama.

 

Kita sudah masuk dalam kondisi darurat kekerasan anak. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Yuk kita kuatkan lagi perhatian kepada anak-anak kita. Saat kita di rumah,

Berikan edukasi kepada anak-anak tentang perundungan ini. Bukan dengan mengancam lho ya. Tapi harus membangun kesadaran mereka untuk tidak melakukan bullying. Juga agar terhindar dari perundungan yang menimpa mereka. Memang tidak mudah untuk mewujudkannya. Karena tidak semua orang tua yang punya kesadaran hal ini. Tidak semua orang tua juga yang punya waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang masalah ini.

 

Sementara, hal yang kita lakukan juga bergantung dengan orang lain. Kalau hanya keluarga kita saja, mungkin sulit terwujud tentang bebas peruntungan ini. Maka diperlukan kerjasama. Orang tua jangan merasa aman-aman saja. Jangan perasaan hanya tidak akan menjadi pelaku perundungan. Karena hal ini bisa dilakukan oleh siapapun. Jangan merasa aman anaknya tidak mengalami perundungan. Karena hal ini bisa dialami oleh siapapun. Selamat hari anak nasional. Yuk kembali ke rumah, kembali ke anak-anak, dan dekat kepada mereka.

 

 

 


Post a Comment for "Selamat Hari Anak Nasional, Yuk Jalin Kedekatan Dengan Anak"